Apa langkah-langkahnya untuk memulai investasi saham di sebuah perusahaan?
Tulisan
ini hanya berupa contoh saja dan tidak merupakan rekomendasi atau
ajakan untuk berinvestasi untuk semua orang. Setiap orang mempunyai
profil risiko yang berbeda-beda, lakukan investasi sesuai dengan profil
risiko, tujuan, dan jangka waktu keuangan Anda.
Berinvestasi di
pasar modal maupun produk investasi lainnya mempunyai risiko, baik
risiko penurunan dana investasi maupun kehilangan dana investasi Anda.
Hasil investasi yang lampau tidak tetap dan bukan merupakan jaminan
untuk mencapai investasi di masa yang akan datang. Calon investor
diharapkan mempelajari produk keuangan dan investasi dengan seksama
sebelum melakukan investasi.
Saham
merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat diminati karena
menjanjikan keuntungan yang besar. Saham berarti juga bukti penyertaan
modal, di mana ketika Anda membeli saham suatu perusahaan, artinya Anda
ikut memodali perusahaan tersebut.
Perusahaan yang mengeluarkan
sahamnya untuk dimiliki oleh publik adalah perusahaan yang telah
tercatat di bursa saham dan telah melakukan IPO (Initial Public
Offering) atau penawaran perdana saham perusahaan, yang biasanya
diinformasikan lewat media massa.
Investasi saham memang
memberikan potensi keuntungan yang tinggi, namun dibarengi juga dengan
resiko (high risk, high return). Hanya dengan menjadi investor yang
berpengalaman saja, kita bisa mengelola resiko tersebut.
Untuk
menjadi investor yang berpengalaman harus melalui proses belajar yang
tidak singkat. Minimal Anda harus belajar cara menganalisa 2 aspek,
yakni aspek analisa fundamental dari perusahaan tersebut dan aspek
analisa teknikal dari pergerakan (naik turunnya) harga saham.
Anda mungkin akan banyak melakukan kesalahan dan mengalami kerugian sebagai investor pemula.
Oleh
karena itu dianjurkan agar Anda mulai sebagian kecil dari rencana
alokasi dana dalam Investasi Anda di saham. Kemudian secara bertahap,
setelah melewati trial and learning, melakukan alokasi investasi saham
ini bisa diperbesar.
Berikut faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan ketika memulai Investasi saham :
1. Tujuan keuangan Anda
Apakah
untuk suatu tujuan keuangan tertentu atau untuk pengembangan dana saja
Segala sesuatu harus dimulai dari akhir dan apa tujuan dari Anda
berinvesasi di saham perusahaan.
2. Berapa target dana yang ingin dicapai
Untuk
tujuan apa pun Anda berinvestasi, yang penting Anda menetapkan suatu
target return/imbal hasil investasi yang spesifik dan terukur agar jelas
dana yang dibutuhkan berapa.
3. Kapan ingin dicapainya
Ini juga harus jelas, sehingga investasi Anda lebih terarah.
4. Seberapa besar kemampuan Anda dalam menerima resiko Investasi
Semakin tinggi return hasil investasinya, semakin tinggi pula resikonya dan begitu pula sebaliknya. Logikanya
jika untuk mencapai suatu target dana dari suatu investasi hanya bisa
dipenuhi oleh produk investasi beresiko tinggi, maka resiko investasi
yang tinggi pasti akan mengiringi.
Berikut 5 langkah untuk investor pemula berinvestasi saham
1. Pelajari dahulu segala sesuatu yang berhubungan dengan Investasi saham sebelum memulai
Anda
bisa mulai dari membuka situs www.idx.co.id (Bursa Efek Indonesia/BEI)
dan mengikuti pelatihan GRATISnya setiap bulan serta tahu aturan main
dan regulasi yang ada. Hal ini bisa dibuka di www.ojk.go.id serta saya
sarankan Anda membeli buku-buku dasar melek finansial agar tahu kiat
memilih investasi, perlunya berinvestasi, tahapan dalam berinvestasi,
memilih produk investasi termasuk saham dll seperti link berikut
http://p3kcheckup.com/page/68181/buku-cerdas-dan-cerdik-mengelola-uang.html.
2.
Melakukan Investasi saham untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun),
supaya tidak panik saat harga saham terkoreksi, dan bisa melakukan
review dan revisi dengan tetap berfikir jernih. Contoh ini bisa
dilihat dari investor terkaya di dunia Warren Buffett, yang berinvestasi
saham dalam jangka panjang. Beliau bukan hanya berinvestasi selama
lima tahun, tapi bisa mencapai belasan bahkan puluhan tahun. Serta
hanya berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang beliau kenali aspek
fundamentalnya.
3. Kurangi resiko dengan diversifikasi
Belilah
saham perusahaan yang berbeda industrinya (untuk itu Anda harus
terdaftar sebagai nasabah dari sebuah perusahaan sekuritas dengan datang
langsung ke kantor pusat atau kantor cabang untuk membuka rekening efek
dengan nilai minimum tertentu). Dengan demikian kerugian pada satu
saham kemungkinan akan dapat ditutupi oleh keuntungan pada saham
industri lainnya. Misalnya Anda membeli saham Telkom (provider
telekomunikasi) 10 lot saham (Per tanggal 6 Januari 2014 M harga saham
bisa dibeli dengan 1 lot = 100 lembar saham, dulu 500), di mana harga
beli Rp. 9.000 yang kemudian Anda jual di harga Rp 9.500. Cara
perhitungannya adalah Rp 9.000 x 100 lembar x 10 lot = Rp 9.000.000,
ketika Anda menjualnya di harga Rp 9.500,- maka perhitungannya menjadi
Rp 9.500 x 100 lembar x 10 lot = Rp 9.500.000, Maka Anda untung dari
selisih harga jual dan harga beli Rp 500.000. sebelum pajak dan komisi
lain.
4. Banyak latihan dengan melakukan simulasi
Untuk
tools atau alat simulasi memahami POLA PIKIR INVESTASI SAHAM ala
Permainan Monopoli, bisa membuka link berikut
http://p3kcheckup.com/page/73786/gamenya-perencanaan-keuangan-dan-investasi.html
atau bisa mengikuti simulasi yang diberikan oleh perusahaan sekuritas
dalam bentuk online.
Buatlah catatan mengenai waktu, alasan, harga,
dan jumlah saham yang dibeli dan ikuti perkembangan harganya. Jika
terjadi kenaikan atau penurunan harga, cari tahu penyebabnya. Melalui
simulasi ini Anda membiasakan diri untuk menganalisa informasi yang
relevan dan mengenali tren pergerakan harga saham. Contoh dibuktikan
oleh seorang ibu rumah tangga di India, yang merelakan waktu untuk
simulasi selama setahun sebelum benar-benar terjun ke Investasi saham.
SATU TAHUN!
5. Pilihan bentuk transaksi jual beli saham
Saat
ini perusahaan sekuritas menawarkan dua cara dalam bertransaksi, yaitu
dengan fasilitas layanan broker atau pun melalui online trading dengan
jaringan internet (remote trading) atau via Smartphone (untuk daftar
lengkap. lihat www.idx.co.id).
Terakhir saya sarankan Anda
untuk berinvestasi ke dalam diri sendiri terlebih dahulu sebelum mulai
menginvestasikan uang Anda dalam saham. Karena Investasi saham
memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang tidak bisa dipelajari secara
instan.